Laman

Saturday, April 9, 2016

Review Honda Jazz RS tahun 2008, The High RPM Beast..

Moin Readers.. Ane kembali lagi untuk mereview sebuah mobil pelopor kelas hatchback di Indonesia di awal tahun 2000an. Please welcome Jazz RS GE8 tahun 2008. Kalau anda fanboy Honda, mencari hatchback bekas yang cantik, atau tidak mencari apapun tapi tersesat di blog ini, monggo dipantengin review ini Readers.
Intro
Pertama kali diperkenalkan di Jepang di tahun 2001 Honda Jazz membawa dua nama yang berbeda, untuk pasar Eropa, sebagian Asia, Australia, Oceania, Timur Tengah, dan Afrika. Sedangkan di Jepang, China, dan Amerika, mobil ini dinamai Honda Fit. Muncul rumor penggunaan nama Jazz di Eropa dikarenakan untuk kata Fit di bahasa Skandinavia mirip dengan penyebutan, maaf, alat kelamin wanita.
honda Jazz aka Fit

Di akhir tahun 2003 Honda memulai menjual Honda Jazz di Indonesia, dan mulai berjaya dikarenakan di awal kemunculannya hampir tidak memiliki pesaing yang berarti. Musuh bebuyutan Honda Jazz di Indonesia, yaitu Toyota Yaris pun baru meluncur di tahun 2006. Honda Jazz di Indonesia telah memasuki 3 generasi, yaitu generasi pertama GD3 generasi kedua GE8, dan generasi ketiga GK5. Yang ane review disini adalah generasi GE8, Honda Jazz RS tahun 2008.
Ane pernah mengendarai Jazz RS GE8 cukup intens dalam penggunaan dalam kota dan luar kota namun waktu itu belum ada kegiatan review di blog ini. Ndilalah salah seorang teman yang sekaligus nasabah ane menawarkan melihat Honda Jazz ini untuk digunakan city cruising dan memperlihatkan jok semi kulitnya yang baru dipasang. Tentu ane langsung mengangguk setuju disertai senyum sumringah. Okay, let's go check this car.
Eksterior
Kalau kata temen GD3 seperti ikan koi, nah menurut ane Jazz GE8 mirip marmut, tentunya marmut yang sporty (marmut apapula yang sporty =P). Tampak depan simpel dan cantik, cukup unik dengan bonnet pendek, yang lebih pendek dari Jazz GD3 tetapi untuk dimensi keseluruhan dimensinya lebih panjang dan luas daripada Jazz GD3.

Tampak samping juga cantik namun sayang model handel pintu masih model ungkit, terkesan kurang elegan dibandingkan dengan model tarik.

Roda memakai pelek ukuran 16 " dan profil roda yang tipis, jadi untuk para Readers tidak perlu memodifikasinya, karena pelek bawaan sudah cukup bagus.


Tampak belakang cukup manis dengan tarikan garis yang tegas dan tanpa aksesoris krom segaban seperti di model GK5. Sepertinya Honda semakin kesini semakin mengikuti jejak Toyota, yang menganggap krom adalah perhiasan, dan menurut ane krom adalah perhiasan gigi emas palsu (baca: norak)

Back to topic untuk eksterior ane bisa bilang tanpa cela kecuali sedikit di bagian handel yang model ungkit.
Interior
Memasuki kabin dari Jazz ini, pandangan ane luas dan leluasa. Interior untuk hatcback di zamannya menurut ane paling bagus. Dibandingkan interior Yaris generasi pertama dan Swift yang cenderung plain. Sayangnya untuk dashboard dengan desain yang seindah ini tapi kualitas materialnya menyedihkan, c'mon Honda.. you can make it better..

Apa ane aja ya yang beranggapan bahwa tombol AC terlihat seperti tutup jerigen.
Bentuk setir bagus dengan highlight warna silver.

bentuk jok yang semi bucket membuat nyaman digunakan saat berkendara.
Interior Honda Jazz ini menurut ane benar-benar menerapkan filosofinya yaitu "Man maximum machine minimum", Honda memberikan ruang seluas mungkin dan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang dengan mempersempit ruang mesin. Legroom depan sangat luas.

Legroom belakang buat ane juga tidak mentok jok depan.

legroom lega untuk tinggi ane

Kalau untuk bagasi jangan ditanya, luas banget Readers. Ada fasilitas ultra seat juga yang bisa memberikan fleksibilitas ruang yang lebih luas lagi.
Jadi selain build quality untuk interior ane tidak ada komplain. Untuk tombol interior ada sedikit cerita menggelikan ketika ane menggunakan mobil ini pertama kali dan akan mengisi pertamax di SPBU, ane sudah kebingungan mencari tuas pembuka tangki bahan bakar. Keringat sudah menetes kemana-mana, ternyata sama mas operator SPBUnya dipanggil dan bilang sudah kebuka. Ternyata sistem mebukanya ketika mesin dimatikan dan tutup tangki ditekan maka dia otomatis membuka. Hehe kebiasaan tidak pernah membaca petunjuk penggunaan.
Mesin
Jika pada Jazz GD3 Honda membuat 2 jenis mesin yaitu i-DSI dan VTEC maka untuk Jazz GE8 hanya terdapat satu tipe mesin baik untuk tipe Jazz S maupun RS.
Minimum space maximum power

Mesin Jazz GE8 ini menggunakan mesin L15A7 VTEC 1500 cc yang mampu memuntahkan daya maksimal sebesar 120 ps pada perputaran mesin 6.600 rpm dengan torsi hingga 14,8 kgm pada perputaran mesin 4.800 rpm.
Dengan spesifikasi mesin di atas sudah terlihat bahwa di kelas hatchback, Honda Jazz mempunyai tenaga mesin paling besar.
Driving Impression
Saat digunakan untuk di daerah perkotaan yang banyak stop and go, ane merasa kurang nyaman, selain RPM bawah yang agak lambat mungkin karena unit review pedal koplingnya agak keras. Jadi Readers jangan lupa memastikan pedal koplingnya saat test drive jika berminat meminang Jazz GE8 ini.
Setelah puas berkeliling kota ane bawa mobil ini menuju jalan ringroad, disinilah kepuasan ane membawa Jazz ini. Putaran atas mesinnya buas melahap jalan lurus dan berkelok, bus Suroboyoan yang ugal-ugalan bukan lawan untuk hatchback kecil ini.
Untuk bantingan cukup keras dan membuat pantat bergoyang, sepertinya harga yang harus dibayar untuk hatchback yang mementingkan handling.
Kesimpulan
Sebuah hatchback yang seharusnya merupakan senjata utama menghadapi kemacetan perkotaan tapi Jazz malah kluar dari fitrahnya, dia buas di RPM atas, suspensi keras, dan handling yang presisi.
Jadi tidak heran kalau banyak melihat Jazz GE8 dimodifikasi oleh speed freak.
pros
1. High RPM beast
2. Roomy interior
3. Desain timeless
4. kelegaan bagasi tingkat dewa
5. Do you have Honda..?

Cons
1. Build quality interior yang menyedihkan
2. Big no in stop and go

Pricing
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sepertinya pasar Indonesia menganggap bahwa Jazz layak dihargai lebih mahal dengan pesaingnya. Untuk pajak tahunan Readers wajib menyisihkan Rp 2.460.000,00. Untuk harga di Jawa Timur berkisar Rp 155 jutaan. Harga yang masih tinggi dibanding untuk pesaingnya Suzuki Swift dan Toyota Yaris untuk usia yang sama, tapi tentunya dengan pertimbangan masing-masing Readers unit bekasnya layak untuk ditebus.

No comments:

Post a Comment