Laman

Friday, April 15, 2016

City Dengan Upgrade Cantik, Review Honda City VTEC tahun 2007

Moin Readers.. Kalau kata orang silaturahmi itu memperluas rezeki dan menambah umur, itu akhirnya ane buktikan ketika bersilaturahmi ke rumah rekan, dan melihat si cantik GD8 di garasi rekan ane. Setelah chit-chat diijinkan lah oleh empunya si mobil. Mohon maaf juga kalau hasil gambar agak buram dikarenakan waktu review malam hari. Bagaimana impresi ane untuk si Jazz berbokong ini, monggo Readers pantengin..
Intro
Ketika membicarakan lini sedan Honda pasti yang terpikir di pikiran Readers adalah Accord, Civic, dan City. Ketiganya mewakili kelas masing-masing di big size, medium, dan small sedan. Dan topik kali ini tentang Honda city, sebuah merk small sedan Honda yang terlahir sejak tahun 1981. Sejak diluncurkan City telah memiliki 6 generasi, dan yang jadi unit review ini adalah generasi keempat, yup Readers.. Honda City VTEC (GD8).

Eksterior
Ketika pertama kali melihat sedan ini mungkin Readers dan sama juga ane, ini sedan tapi koq terkesan hatchback. Moncong pendek dan body agak jangkung. Dan bisa dipahami karena City GD8 berbagi sasis Honda Jazz GD3.

Untuk tipe facelift ini ane merasa secara eksterior lebih bagus daripada city pre facelift (2003-2005). Proporsinya seakan lebih pas daripada pre facelift yang terlihat seperti kecebong. Lampu depan lebih lentik, dan grill yang sedap dipandang.

Bagian samping simpel tanpa tarikan garis yang aneh-aneh. Spion dengan model yang identik dengan Jazz GD3.

Beralih ke bagian belakang, lampu belakang juga lebih panjang dan mewah, sehingga City ini terkesan lebih lebar dari City pre facelift.
Interior
Deja vu.. Ketika memasuki interior berasa masuk ke Honda Jazz GD3. Detail dan bentuk interior identik kecuali konsol tengah dan glovebox yang menjadi pembeda.

Untuk unit review merupakan varian City VTEC dengan interior hitam yang terkesan sporty, sedangkan untuk varian iDSI bernuansa beige yang berkesan elegan.

Untuk panel speedometer menggunakan model optitron, sehingga terasa futuristik.

Untuk legroom depan cukup luas.

Untuk legroom belakang juga masih luas buat ane dengan tinggi 175 cm.

Walau ekor City terlihat pendek namun bagasinya cukup luas. Untuk sound system dan membawa beberapa koper saat perjalanan.
Mesin

Mesin yang sama pula dengan Honda Jazz VTEC. Mesin L15A 1500 cc yang mampu menyemburkan tenaga 120 daya kuda. Impresinya pun tentu sama dengan Jazz VTEC. Bertenaga di RPM atas.
Driving Impression
Ketika masuk kabin, posisi duduk nyaman dan pandangan cukup nyaman karena moncong yang pendek. Next start engine.. Masih L15A yang sama dengan Jazz dan Freed, raungan mesinnya identik. Mulai jalan dan berasa ini memang sedan dengan feel hatchback, tapi menurut ane itu tidak masalah. Karena small sedan pun sejatinya hampir sama dengan hatchback, sama-sama mengandalkan body yang kompak dan gesit. Bantingannya keras, tapi masih dalam taraf nyaman. Feedback setir pun cukup presisi.
Kesimpulan
Sebuah sedan kompak yang bisa diandalkan untuk komuter perkotaan. Walau memang karakter L15A kuat di RPM atas.  Body yang diluar kelaziman, Readers bisa sangat menyukai atau malah membenci model City GD8 ini.
Pros
- Mesin yang familiar buat pengguna Honda
- Sparepart melimpah karena berbagi platform dengan Jazz GD3
- Banyak unit second dengan kondisi mulus
Cons
- Feel hatchback dengan batingan keras
- Fitur dan gimmick yang minim untuk ukutan small sedan
Pricing
Untuk harga bekas City VTEC tahun 2007 hampir sama dengan Jazz VTEC dengan tahun yang sama di kisaran Rp 120 juta. Bertarung di harga yang gemuk kompetitor, tentunya kurang menguntungkan buat City. Apalagi ditambah dengan pesaing bebuyutan City yaitu Toyota Vios. Selamat hunting-hunting Readers..


No comments:

Post a Comment